Thursday, July 02, 2020

,

SEWINDU WITH "MY SPECIAL NEEDS CHILDREN"


Kamis, 02 Juli 2020. Tepat sewindu  saya bekerja di Sekolah Berkebutuhan Khusus Ephphatha Indonesia sebagai staf administrasi dan pengajar.

Menjadi bagian dari mereka pemilik senyum indah di muka bumi adalah tanggung jawab istimewa yang Allah swt berikan untuk saya.

Sebelum menjadi pengajar saya adalah staf administrasi. Spesialiasi penjadwalan terapi, surat menyurat, pengeditan laporan terapi anak, asisten terapis, sampai mengawasi anak yang telat dijemput orang tuanya. Kadang ruangan macam daycare. Satu nangis, satu teriak, dua lainnya rebutan puzzle.

Menghabiskan delapan tahun hidup saya di balik meja administrasi. For your information, saya baru dapat tanggung jawab mengajar di tahun 2017.

Banyak hal tak terduga terjadi setiap hari. Pun sampai saat ini. Kadang bisa buat saya bahagia, sedih, kecewa, dan menyesal bergantian.

Menyaksikan mereka tumbuh dan berproses adalah hal luar biasa untuk saya. Dari mereka saya belajar makna bersyukur atas hidup, belajar bagaimana mengontrol emosi, belajar bagaimana cara menghormati juga menghargai manusia lain.

Setelah lulus kuliah saya diminta untuk mengajar. Banyak pro kontra dari keluarga dan beberapa orang tua. Terlebih lagi karena saya bukan dari lulusan yang seharusnya.

Saya sarjana teknik. Bukan dari jurusan yang seharusnya mengajar mereka. Meski begitu saya mengiyakan untuk mengajar. Berbekal ilmu yang saya pelajari selama bekerja di sana.

Pagi kerja, sore hari kuliah, dan malamnya harus berkutat dengan tugas-tugas kadang lelah dan jenuh tak terhindarkan. Terkadang untuk bangun pagi saja rasanya sangat berat. Terlebih lagi pekerjaan saya yang harus mengatur jadwal terapi. Yang kapan saja bisa berubah dengan berbagai drama tentunya. Tapi saya bersyukur bisa melewatinya pun sampai saat ini.

Biasanya saya menyemangati diri sendiri agar mood baik-baik saja. Agar tidak ada yang terluka atas ucapan dan tindakan saya.

Ada kalimat yang sering saya ucapkan sedang tidak baik-baik saja.

"Mungkin hari ini sedang tidak baik-baik saja tapi masih bisa dilewati. Bukankah itu cukup alasan untuk tetap bersyukur, fah."
Ulang Tahun Bersama Murid-murid

Untuk para orang tua yang sudah mengenal sejak kali pertama saya menginjakan kaki di sana, terima kasih sudah menyaksikan saya bertumbuh dan membantu saya untuk belajar memahami dan menghargai orang lain. Maaf atas ucapan juga tindakan yang tidak berkenan di hati.

Jangan lupa menjadi orang tua yang bahagia, rendah hati, dan tetap keren seperti biasanya, yes.

Untuk kalian anak-anak pemilik senyum indah, bertumbuhlah dengan bahagia. Semoga segala doa indah yang dilangitkan akan sampai pada kalian. Untuk setiap sedih yang datang, semoga hanya sebentar. Kalian tidak harus menjadi siapapun, cukup menjadi kalian yang tumbuh dengan bahagia. Tetap semangat belajar karena cita-cita setinggi langit untuk siapapun kita.

Salam hangat,

Lifah


0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Silakan tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan santun. Salam hangat. LifahMma.