Showing posts with label About Me. Show all posts
Showing posts with label About Me. Show all posts

Monday, October 03, 2022

, ,

OKTOBER TOGA

 

Halo hola semua ♡
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Selamat membaca cerita oktober toga ya ♡

Ini ceritaku, seorang pekerja dan mahasiswi yang akhirnya mendapatkan gelar sarjana setelah perjalanan panjang selama empat setengah tahun.

Hari itu adalah hari yang tidak akan pernah aku lupakan. Hari dimana jantungku berdetak lebih cepat dibanding biasanya. Saat langkah kaki menaiki satu persatu tangga lobi kampus menuju ruang fakultas di lantai dua. Ada perasaan campur aduk yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Berisik dan riuh sekali di kepala.

Hari itu, aku menerima sebuah amplop putih dari kampus yang aku pilih setelah melewati semua kecewa yang datang dalam bentuk takdir.

Kampus swasta yang menjadi pilihan satu-satunya setelah memutuskan untuk mengubur mimpiku menjadi mahasiswi di Universitas Negeri yang aku dambakan. Aku menerimanya meski lewat tangis berkali-kali.

Masih di ruang fakultas, pelan-pelan kubuka amplop putih berukuran 7 x 12 cm dengan  tangan yang masih gemetar. Di dalamnya tertulis nama indah pemberian kedua orang tuaku. Lebih tepatnya, nama yang ibuk pilih untuk anak perempuan satu-satunya di keluarga. Satu dari sekian hal indah yang aku miliki sepanjang hidup adalah namaku. Aku menyukainya tanpa tapi.

Sesampainya di parkiran kampus, sebelum amplop putih itu kumasukkan ke dalam tas punggungku, aku menatapnya sekali lagi. Memastikan itu bukan mimpi. Memastikan bahwa benar, aku berhasil melewati badainya, dan aku berhasil bertahan.

Sepanjang jalan pulang, air mata masih terus membasahi pipi. Rasanya masih tidak percaya aku mampu sampai di titik ini. Setelah semua lelah dan tangis yang aku lalui.

Di rumah, ibuk adalah orang pertama yang membuka amplop itu. Matanya penuh binar saat membaca kata demi kata. Bahkan ibuk memberiku selamat dan sebuah pelukan hangat.

Dua minggu sebelum hari kelulusan, aku dengan antusias menyiapkan segalanya. Sendiri dan bersikeras tidak ingin dibantu siapapun. Termasuk ibuk yang beberapa kali memaksa untuk terlibat.

Aku, memesan satu set kebaya merah muda di market place langgananku. Yups, aku tidak salah ketik dan kalian tidak salah baca. Aku memilih warna merah muda. Warna yang bahkan tidak ada dalam list warna favoritku. Selain kebaya, aku juga membeli sepasang wedges hitam di Mall yang lokasinya tidak jauh dari tempatku bekerja. 

Satu minggu sebelum Oktober datang, aku membeli satu gamis tosca untuk ibuk gunakan saat mengantarku ke acara wisuda dan membelikan sepasang sandal dengan sol hitam mengelilingi untuk bapak. Sesuai keinginannya.

Aku memilih MUA lewat rekomendasi teman sepertetanggaanku, Ari. Ari adalah sahabatku sedari kecil. Ia adalah manusia baik hati  yang juga merekomendasikan kampus itu dan membuatku yakin untuk mendaftar.

Dan hari ketiga untuk bulan ke sepuluh pun tiba. Pagi itu, setelah selesai make up, aku diantar oleh adik menuju kampus dengan motor Beat merah yang bahkan sampai hari ini masih menemani hari-hariku. Ini tahun ke empat belas Beat merah karbu itu membersamaiku. Sementara ibuk, bapak, adik, dan kakakku menyusul dengan mobil yang kakak rental dari temannya.

Sepanjang jalan menuju kampus, ingatan di kepala seakan berlari ke arahku bersama semilir angin yang menekan wajah. Ingatan tentang perjalananku menjadi seorang pekerja dan mahasiswi secara bersamaan. Tentang bagaimana aku membagi waktu untuk dua hal yang aku perjuangkan. Pagi untuk bekerja dan sore untuk kuliah. Ingatan tentang bagaimana aku mengatur keuanganku karena memutuskan untuk membiayai hidup dan kuliahku sendiri tanpa bantuan siapapun.

Aku ingat betul titik terendah sebagai seorang mahasiswi adalah hari dimana aku mendebat pembimbingku, mengeluarkan pandanganku,  kemudian memohon untuk tidak mempersulitku menyelesaikan dua bab terakhir skripsiku. Debat kusir yang alot. Aku kalah. Tapi aku menang. Aku kalah karena pada akhirnya harus mengisi KRS (Kartu Rencana Studi) tambahan untuk semester sembilan demi dua bab terakhir skripsiku, Aku menang karena setidaknya aku tidak menangis di hadapan dosen pembimbing satu dan semua karyawan di ruang fakultas. Dan yang terpenting aku menang karena mampu mengontrol setiap kalimat yang keluar dari mulutku saat debat kusir terjadi.

Hari ketiga untuk oktober  2018 akan menjadi bagian dari hidupku yang penuh haru, antusias, harapan, jawaban atas doa-doa yang pernah aku langitkan, serta senyum dan binar indah tatapan ibuk yang ikut menyaksikan dan merayakan pencapaian anak perempuan satu-satunya di keluarga. Di hari itu aku tersadar bahwa toga dan gelar yang aku dapatkan adalah sebuah kemenangan atas semua hal yang sudah aku lalui sepanjang empat setengah tahun.

Akhirnya, aku menjadi sarjana. Meski bukan dari kampus negeri yang aku dambakan, tapi ini sudah lebih dari cukup. Aku menikmati setiap langkah perjalananku. Mengapresiasi setiap keputusan yang aku buat sepanjang empat setengah tahun menjadi seorang mahasiswi.

Mungkin aku tidak secepat langkah manusia lain. Tapi setidaknya aku tetap bergerak dan maju,  aku tetap sampai di garis finishku. Aku tetap bertahan dan tanpa sorotan. Aku menerima dan menjalani takdirku dengan baik. Aku melakukan bagianku dengan setia. Aku menang dari semua putus asa yang datang dan dari semua lelah yang menusuk relung hati.

Prosesnya mungkin panjang, berat, bahkan penuh luka tapi aku tidak sendiri menjalaninya. Ada Allah yang memegangku saat tubuh ini tidak sanggup untuk berdiri atas apa yang sedang aku usahakan, ada doa-doa indah bapak dan ibuk yang selalu memberiku semangat setiap aku ingin menyerah, serta syukur yang dengan tekun kusirami.

Hari ketiga untuk Oktober 2018 adalah hari dimana aku bisa mematahkan setiap kalimat yang pernah dikatakan seseorang bahwa anak bapak dan ibuk tidak akan ada yang mampu meraih gelar sarjananya.

Hidupku yang saat ini aku jalani adalah milikku bukan milik siapapun. Suara riuh itu tidak akan membuatku patah. Tidak ada yang bisa mendikte takdirku. Tidak ada yang bisa menjatuhkanku tanpa seizinku. Akulah yang memegang setiap kendali. Bukan siapapun. 

Dan yang terakhir, meski terlambat, aku ingin berterima kasih untuk manusia-manuaia baik yang tetap bersamaku di titik terendahku sebagai seorang mahasiswi.

🌻Untuk diriku, terima kasih sudah berjuang. Aku mencintaimu lagi dan lagi. Aku menghormatimu dalam bentuk yang paling indah dan hancur. Kamu berhak dan layak atas toga wisuda itu.

🌻 Untuk keluargaku
Dear ibuk, bapak, adik, dan kakakku terima kasih sudah mendukungku sampai akhir. Terima kasih untuk buket bunga dan hadiah yang aku terima di hari wisudaku.

🌻Bang Andriy, teman kelasku di TIF B Sore. Dear bang Andriy, terima kasih sudah membantuku sampai akhir. Terima kasih karena tidak berisik dan tetap sabar menghadapiku. Semoga bang Andriy selalu bahagia dengan keluarga kecilmu ya. Maaf karena tidak menyaksikan akadmu.

🌻Ibu dosen pembimbing dua. Untuk ibu Hafiza, terima kasih karena tidak sekalipun mempersulitku saat bimbingan skripsi. Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk berpendapat, membujuk pembimbing satuku untuk memberikan tanda tangannya agar aku bisa mendaftar sidang di batas akhir pendaftaran akhir tahun. Semoga selalu dalam lindungan Allah Swt.

🌻Mas Adi, teman kelas TIF B Sore. Dear Mas Adi,  terima kasih sudah menjadi jembatan untukku dan staff fakultas berkomunikasi. Terima kasih sudah membantu menghubungi staff fakultas untuk menungguku sampai di kampus untuk mendaftar sidang di hari dan menit-menit akhir waktu pendaftaran sidang. Panjang umur sehat selalu ♡.

🌻 Bapak dosen favoritku.
Pak Adi adalah dosen favoritku selama menjadi mahasiswi yang menjadi pengujiku di ruang sidang skripsi.

Dear pak Adi, terima kasih sudah memberiku jeda untuk menjawab pertanyaan dengan data yang aku kumpulkan. Terima kasih sudah membantuku saat dosen pembimbing satuku menjatuhkanku di ruang sidang.

🌻 Ibuk di tempat kerja
Dear Mama Woro, terima kasih selalu membelikanku makan siang dan camilan camilan enak setiap kali mengantar Woro terapi di sepanjang aku mengerjakan skripsiku. Semoga Allah melapangkan kubur mama Woro ♡.

READ MORE... OKTOBER TOGA

Monday, February 28, 2022

,

CORE MEMORIES PUTIH ABU-ABU(CHALLENGE #3)

Halo hola people,
Tulisan ini disponsori oleh gerbang sekolah semasa putih abu-abu yang tadi siang saya lewati. Setelah melewati gerbang, memori di kepala seakan kembali ke masa putih abu-abu. Cuplikan cerita suka, duka, sampai hal-hal bodoh yang pernah saya lakuin asyik menemani perjalanan pulang saya.

Karena terlalu sayang untuk nggak dishare, akhirnya saya putuskan untuk menulis cerita indah masa putih abu-abu saya di blog ini. Saat tua nanti, semisal sudah mulai pudar memorinya di kepala, blog ini yang akan jadi pengingatnya.

Selamat membaca tulisan ini.. ♡

Saya pernah menjadi salah satu murid SMK Negeri 1 kota Bekasi yang saat itu merupakan rintisan sekolah bertaraf Internasional atau disingkat RSBI. Bersyukurnya kala itu syarat untuk bisa lolos seleksi nggak hanya mematok dari NEM (Nilai Ebtanas Murni) siswa, tapi juga menerapkan beberapa tes (tulis dan wawancara) sebagai tolak ukur penilaian. Jadi, murid yang NEMnya rendah juga punya peluang untuk diterima. Saya adalah satu dari sekian murid yang punya Nem rendah. MasyaAllahnya nilai tes saya bisa menutupinya. Dan itu adalah sebuah kebanggaan untuk saya pribadi dan pastinya untuk ibuk yang rela bolak balik demi anak perempuan satu-satunya lolos seleksi.

Di SMKN 1  bertemulah saya dengan mereka yang sampai saat ini masih punya komunikasi yang baik. Meski jarang ketemunya. Nggak apa-apalah lah ya yang penting tetap gibah di grup whatsapp. *Ups bercanda gibah 😅.

Hai Linda, Ciung, Ipeh, Isty, dan Mitha 💃. Semoga pertemanan kita sampai kapanpun ya ♡.

Yuhuu berikut ini memori indah masa putih abu-abu saya bersama bestie ☝:
💰 BAYAR ANGKOT NGGAK SESUAI TARIF
Abang angkot yang nggak sengaja baca tulisan ini be like,

"Oh jadi dulu kamu yang bayar angkot nggak sesuai tarif terus kabur pas diteriakin. Banyak-banyakin taubat deh!!"

Jadi begini,
Biasanya tarif standar angkot dari depan gang SMK sampai depan stasiun untuk anak sekolah itu 2000 rupiah. Tapi saya dan squad apalah-apalah (nama grup whatsapp) nggak pernah bayar sesuai tarif standar itu.

Rekonstruksi kejadian (lebih tepatnya pengakuan dosa sih ✌). Naik angkotnya lima orang. Dua orang turun di pasar Kranji dan nggak langsung bayar ke abang angkotnya. Dititip ke satu dari tiga temannya yang dapat jatah bayar dan akan turun setelah mereka berdua. Di depan stasiun Kranji.

"Bang sama yang belakang ya!" kata dua orang yang turun di pasar.

Sampai depan stasiun, tiga orang sisanya turun bergantian. Jadi, yang turun paling belakanglah yang dapat jatah bayar ke abang angkot. On repeat aja setiap hari. Kebayang nggak tuh ngomelnya abang angkot pas tahu kalau bayarnya nggak sesuai tarif 😔 .

Abang angkot dalam hati, "gue tandain lu pada".

*Maaf paling serius untuk abang angkot yang udah dirugiin dan dibuat kesal saya dan teman-teman♡.

⌛TELAT DAN DRAMANYA
Resiko sekolah jauh yang mesti dua kali naik angkot untuk sampai di sekolah adalah harus siap untuk telat. *jalanan Bekasi tuh penuh misteri setiap hari haha. 

Dear rapot putih abu-abu,
"Maaf ya kalau banyak "alfa"nya. Setiap hari, Lifah zaman itu selalu on the way ke sekolah sepagi mungkin. Tapi kadang angkotnya ngetem lama atau macet panjang di pasar Kranji. Belum lagi kalau musim hujan tiba. Jalanan banjir plus macet dimana-mana. Karena angkot nggak mampu nerobos banjir, jadi kang angkot pasti akan cari rute lain untuk mengantisipasi angkotnya mogok. Jadi muter jauh. Jadi telat. Akhirnya "alfa".
:(

Yang biasa saya lakuin saat telat?!

Kelas 10
Ya paling pasang muka melas ke guru piket sambil nahan air mata yang hampir jatuh ke pipi. Menunggu gerbang dibuka. Akhirnya dibukain?!
Satu dua kali iya (dibukain) tapi lebih seringnya dipersilakan pulang ke rumah masing-masing. 

Pernah suatu hari telat, gerbang pun ditutup. Saking takutnya kalau di rapot banyak keterangan "alfa", buru-buru SMS ibu wali kelas yang isi pesannya kasih kabar kalau saya sakit. Nulis pesannya masih di depan gerbang sekolah. Pun bunyi notif pesan terkirim ke ibu wali kelas. Yang beberapa menit kemudian sudah dibacanya.

Dan jreng jreng nggak ada angin nggak ada hujan tetiba gerbang dibuka. Semua murid yang telat dipersilakan masuk. Termasuk saya. Begitulah awal mula kebodohan seorang Lifah terjadi.

Sampai di kelas, ternyata pelajaran belum dimulai. Sedikit bersyukur karena punya waktu untuk menenangkan diri. Beberapa menit berlalu, Ibu wali kelas masuk. Mata kami saling bertemu.

"Loh kok masuk? katanya sakit?!" kata ibu wali kelas bingung melihat saya duduk manis di ruangan.

Buru-buru cari alasan untuk pesan sms yang saya kirim di depan gerbang beberapa waktu lalu. Sakit maag-lah yang ada di kepala saat itu. Setelah kata promaag keluar dari mulut, masih gemetar, saya memberanikan diri izin untuk beli obat maag ke kantin.

*cara paling ampuh menghindar dari pertanyaan ibu wali kelas yang sudah pasti menyudutkan saya 😅.

Drama izin beli obat yang disponsori oleh kepanikan saya terkadang masih diungkit oleh member apalah-apalah pun sampai saat ini -___-.

KELAS 11 DAN 12
Udah santai kalau telat dan gerbang ditutup. Nggak ada lagi sesi memelas ke guru piket. Semisal telatnya sendiri ya tinggal back to home. Toh ibuk maklumin selalu. Semisal telatnya bareng Linda, sesekali main ke rumahnya atau ya pulang ke rumah masing-masing.

Saya dan Linda hampir setiap hari naik dan turun angkotnya barengan karena saling tunggu di depan stasiun Kranji. Suatu hari kami telat 10 menit. Awalnya kami masih menunggu di dekat gerbang. Karena nggak ada tanda-tanda untuk dipersilakan masuk oleh guru piket, dengan mandiri memutuskan untuk menyerah. Bukannya pulang ke rumah, kami malah berakhir di warnet yang lokasinya nggak jauh dari sekolah. Saking malasnya pulang.

*tidak untuk ditiru ya guys

💻MAGANG ANTAR SURAT SAMPAI JAGA WARNET
Biasanya, untuk murid yang bersekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), ada waktu melakukan prakerin (praktik kerja industri) semacam magang gitu. Kebetulan saya dan teman-teman MMA (Multimedia A) dapat di kelas 2, semester 1, selama 6 bulan. Jadi selama enam bulan itu nggak ada pelajaran karena dipakai untuk prakerin.

Saya menjalani dua kali prakerin. Prakerin pertama di Pemkot Bekasi. Kerjanya tulis surat masuk, surat keluar, beserta nomor suratnya. Tulis SPT dan teman-temannya. Input data ini dan itu di komputer, foto copy dokumen, antar surat ke dinas-dinas, sampai disuruh beliin makan staff (seringnya buibuk) ruangan di warteg belakang Pemkot yang berjejer dari ujung ke ujung. Meskipun jobdesk nggak sesuai dengan jurusan, tapi Alhamdulillah bahagia ♡. 

Salah satu momen yang selalu saya tunggu-tunggu  adalah saat antar surat ke dinas-dinas. Lelah tapi menikmati banget.

Terima kasih orang-orang baik di Pemkot Bekasi. Khususnya staff TU BKD saat itu yang selalu sabar mengajari saya dan anak prakerin lainnya, ibuk-ibuk baik hati yang sering kasih uang jajan, beliin makan warteg sampai KFC jagonya ayam ♥.

Prakerin kedua saya di tempat yang sesuai jurusan untuk keperluan pembuatan laporan. Kebetulan yang punya tempat prekerin mengelola warnet juga. Jadi saya dan anak prakerin lainnya punya shift. Sehari prakerin sehari jadi kang jaga warnet. Meski nggak dapat gaji tapi bahagia banget karena bisa browsing juga ngeyoutube sepuasnya. Plus dapat makan siang gratis setiap hari. Sepanjang saya jaga warnet, banyak film yang udah saya saya tonton. Step Up series salah satunya. Definisi nggak mau rugi. Hiks.

*Terima kasih ibuk baik hati yang selalu masakin makan siang bahkan anter makanannya ke kursi Lifah. Oh iya ibu baik hati itu seorang tuli ♥.

🍴🍼JAJAN BAKSO KUAH DAN ES SUCANG
Jadi, nggak jauh dari gerbang sekolah, tepatnya di sebrang sekolah, di sepanjang jalan ada jajaran pedagang yang mangkal setiap harinya. pedagang bakso kuah, es susu kacang, pop ice, mie bakso dan lain-lain.

Biasanya, jajanan saya dan teman-teman saat pulang sekolah, semisal sangunya masih sisa adalah bakso kuah dan sucang (susu kacang).

Jajanan yang paling dekat dari gerbang sekolah adalah bakso kuah. Gerobak dorong biru yang selalu dinanti murid sekolah. Abang bakso kuah biasanya mulai mangkal pukul 10 pagi. Seringnya saya membeli dengan harga 2000 rupiah.  Tergantung sisa uang di kantong (dulu nggak punya dompet). Setelah abang bakso kuah menuangkan bakso dan kuahnya ke plastik kecil, saya selalu meminta izin menuangkan sambal dan bawang gorengnya sendiri. *tim nggak pakai saus.

Setelah selesai jajan bakso kuah, cukup jalan beberapa langkah, sudah terlihat gerobak putih milik abang susu kacang. Di sanalah pemberhentian kami selanjutnya. Ada dua varian rasa sucang yang dijual. Kacang kedelai dan kacang hijau. Saya sendiri lebih sering beli yang susu kacang kedelai.

Beli bakso kuah seharga 2000 rupiah tapi minta kuah dan bawang gorengnya sesuka hati. Beli sucang seharga 1000 rupiah tapi minta es batunya nggak tahu diri. Iya itu saya dan teman-teman. 😏

Sepanjang jalan menuju naik angkot, tangan kanan sibuk dengan susu kedelai, sementara tangan kiri sibuk dengan bakso kuah.

🎬SEWA DVD DAN NONTON BARENG DI RUMAH IPEH
Rumah Ipeh, tempat yang paling sering  saya dan member apalah-apalah singgahi. Alasan adalah letak rumah Ipeh strategis. Nggak jauh dari titik turun angkot yang otomatis nggak perlu jalan jauh untuk sampai ke rumahnya.

Sabtu adalah hari dimana kami sering melipir ke rumah Ipeh. Untuk sekedar menonton film atau mengerjakan tugas. Kenapa Sabtu?!

Di hari Sabtu hanya ada satu pelajaran yaitu PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) yang lama belajarnya sekitar 45 menit. Jadi, untuk mengisi waktu luang sampai jam standar pulang sekolah tiba, rumah Ipeh-lah pilihannya.

Sebelum menonton film, ada yang bertugas menyewa DVD. Biasanya Linda, si paling sering bawa motor ke sekolah. Nama tempat penyewaan DVDnya adalah Video 8. Lokasinya nggak jauh dari pasar Kranji dan rumah Ipeh pastinya.

Film yang pernah kami tonton di rumah Ipeh 》 High School Musical, Camp Rock, dan Angels and Demons dan lain-lain. Masih banyak tapi lupa -____-.

Oh iya, setiap main ke rumah Ipeh, mamahnya selalu baik banget ke kami. Nggak pernah nggak dikasih makanan. Sering banget dibuatin Jus jambu biji. Terima kasih mama Ipeh♥

*TMI
Kata kebanyakan orang, masa putih abu-abu adalah masa yang paling indah untuk anak sekolah. Tapi untuk saya pribadi masa paling indah sepanjang jadi anak sekolah adalah saat jadi murid Madrasah Tsanawiyah depang gang.
READ MORE... CORE MEMORIES PUTIH ABU-ABU(CHALLENGE #3)

Monday, January 31, 2022

, ,

MENYESAL SERIBU RUPIAH

Iya penyesalan memang selalu datang di akhir. Kalau datangnya di awal namanya pendaftaran. 
Sering banget dengar celetukan seperti itu. Haha

Ada banyak kemungkinan yang akan dilakukan seseorang setelah menyadari bahwa dia telah berbuat salah ke orang lain. Menyesal kemudian meminta maaf, dan  berusaha untuk tidak mengulanginya. Atau menyesal kemudian meminta maaf, dan tetap mengulanginya. Atau tidak menyesal, tidak meminta maaf, dan tetap mengulanginya.

*masih ada kemungkinan lainnya nggak sih?!

Perkara seribu rupiah LIFAH pernah marah ke ibuk tapi ngengsi untuk minta maaf dan pada akhirnya mendatangkan perasaan menyesal untuk waktu yang cukup lama.

LIFAH jaman putih abu-abu, selalu punya sumbu sabar yang panjang untuk orang lain tapi TIDAK untuk keluarga di rumah.

*Definisi jago kandangnya LIFAH.

Yups, LIFAH jaman putih abu-abu pernah beberapa kali banting pintu perkara sangu sekolah yang diberikan ibuk kurang 2000 atau 1000 rupiah. Lebih seringnya 1000 rupiah.

Biasanya, drama banting pintu terjadi saat bapak belum gajian sementara uang gaji bapak bulan lalu yang dikelola ibuk sudah menipis. Jadi pengeluaran apa yang bisa dipangkas ya dipangkas. Dan seringnya sangu anak-anaklah yang dipangkas ibuk.

Maksud ibuk sih baik ya berhemat sampai tiba waktunya bapak terima gaji. Supaya nggak pinjam sana sini. Nggak ngerepotin tetangga atau keluarga. Tapi mungkin LIFAH jaman itu belum berpikir jauh sampai sana. Selalu beranggapan ibuk tuh nggak adil. Selalu menomorsatukan kakak. Karena selalu sangu saya yang dipangkas.

"Padahalkan bisa sangunya kakak aja yang dikurangi. LIFAHnya nggak usah. LIFAH naik angkot jaraknya jauh. Sementara kakak naik motor, jaraknya dekat, sangunya besar, dan bensin udah di fulltank-in ibuk." gerutu saya kesal sambil keluar rumah banting pintu belakang.

Banting pintunya sih nggak terlalu keras sampai bisa buat tetangga keluar rumah untuk mastiin apa yang terjadi. Tapi ya pasti ibuk pahamlah suara pintu yang ditutup anaknya pas lagi marah dan NGGAK lagi marah 😂. #naluriseorangibuk

*tidak untuk ditiru yaaaa

Biasanya perasaan marah ke ibuk akan mereda saat sudah di angkot. Duduk di paling pojok kursi penumpang. Mengarahkan padangan ke kaca jendela yang terbuka. Merenungi perbuatan. Di situlah rasa bersalah dan penyesalan datang.

"Marah boleh, fah! Tapi nggak perlu banting pintu."

Dan sampainya di sekolah perasaan menyesal tetiba saja hilang ditelan bumi. 

(Jam pulang sekolah)
Dalam perjalanan pulang ke rumah, perasaan menyesal datang kembali. Memenuhi ruang kepala. Menenggelamkan perasaan marah yang masih tersisa. Akhirnya mencoba meyakinkan diri untuk minta maaf ke ibuk. Lagi-lagi di kursi paling pojok angko K-10.

Ekspetasi emang seringnya nggak sesuai realita ya. Sampai di rumah jangankan minta maaf, nyapa ibuk aja gengsi. Seringnya selalu ibuk yang mulai percakapan lebih dulu. Tapi setidaknya saya nggak pernah lupa untuk salam dan cium tangan ibuk.

Ibuk: "Tadi nggak macet kan mba?!" (dalam judul memastikan anaknya jajan)

Me: "Nggak" 

-END-

Bersyukur, drama seribu rupiah hanya berlangsung beberapa bulan karena setelah itu gajian bapak sudah on time kembali. Ibu di rumah juga punya kesibukan yang bisa bantu pemasukan keluarga. Dan LIFAH punya uang jajan tambahan dari budhe tetangga yang setiap malam ditemani LIFAH.

*kapan-kapan (semoga nggak malas) mau nulis tentang budhe tetangga baik hati #bertemuorangbaik

Selain drama seribu rupiah, hal yang selalu membuat emosi jiwa LIFAH putih abu-abu adalah mondar-mandirnya orang rumah pas LIFAH lagi nyapu atau ngepel.

Biasanya kalau bapak atau ibu lebih ke nggak sengaja gitu lewat. Nggak tahu kalau saya lagi ngepel. Setelah itu  merekanya minta maaf.

-happy ending-

Kalau adik atau kakak ya jangan ditanya. Seringnya malah sengaja mondar-mandir biar sayanya marah.

"Duh tahu nggak sih gue cape baru pulang?!! Bisa nggak mondar-mandir nggak sih?!!" kata saya sambil banting pel-pelan. 😡🔥

*sementara yang mondar-mandir mukanya lempeng aja.

Herannya, drama mondar-mandir orang rumah  sampai sekarang masih sering terjadi -_____-. Sekarang sih seringnya si kakak. Tapi karena LIFAH versi saat ini sudah jago kontrol emosinya (PAMER). Udah bisa bodo amatin hal-hal yang bisa buat emosi jiwa. Jadi ya udah nggak pernah ada yang namanya drama banting pel-pelan. Haha

*semoga dibaca kakak tercinta 😉

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya kali ini.

See you ditulisan saya berikutnya..
READ MORE... MENYESAL SERIBU RUPIAH

Thursday, October 07, 2021

, ,

OCTOBER CHALLENGES


Yeay, tiga hari lalu genap 27 tahun. Meski telat "Selamat bertambah umur owner lifahmma.com." SOON berubah domain ya.. #Aamiinpalingserius.

Harapan untuk 27 tahun hidup di bumi BEKASI ini, "Semoga tetap jadi LIFAH yang kuat dan banyak bersyukurnya, semakin bijak dalam menjawab pertanyaan "kapan nikah?!", nggak sibuk ngurusin hidup orang lain, dan berani bilang TIDAK.

Singkat cerita, beberapa hari sebelum OKTOBER datang, tiba-tiba  kepikiran mau buat Challenges untuk diri sendiri (random sekali anda). Semacam pembuktian pada diri sendiri kalau saya , seorang LIFAH tuh mampu cuma kadang mager aja 😂#yukbisayuk

Setelah perdebatan panjang dengan diri sendiri di kepala. Akhirnya memutuskan untuk buat challenge "10 tulisan di bulan Oktober". 

Kenapa sepuluh tulisan?!

Simpel aja karena ini OKTOBER dan kebetulan bulan kelahiran saya. Libra in your area...#nyanyi

Mau posting tentang apa?!

Dari hari pertama bulan Oktober udah sibuk nyicil dan nge-list apa saja yang mau saya tulis. Ini dia list saya untuk challenge "10 tulisan di bulan Oktober,

🌻Masa kecil dan hiruk pikuknya.
Core memori masa kecil saya bersama teman-teman yang dilalui tanpa gadget. Cerita anak-anak yang menjalani hari-harinya dengan memainkan berbagai macam permainan yang butuh saling berinteraksi.

🌻Orang-orang baik sepanjang hidup.
Manusia-manusia yang Allah kirim untuk membersamai hidup saya. Beberapa yang ada di saat suka bahkan dukanya saya.

🌻One days, Insya Allah.
Mimpi yang sedang saya usahakan lewat usaha dan doa baik.

🌻Oktober toga.
Cerita perjalanan panjang saya mendapatkan gelar sarjana yang penuh suka dan duka. 

🌻Putih abu-abu
Cerita putih abu-abunya seorang Lifah yang penuh hal random.

🌻Review Drakor Hi, Bye Mama.
Karena sudah terlalu lama duduk manis di draft dan khawatir berdebu jadi  harus dan wajib di-publish dear mba-mba reviewer. Please banget buang jauh-jauh kemagerannya. 

🌻Doh Kyung Soo and Me
Cerita bagaimana saya jatuh suka dengan seorang Doh Kyung Soo. Member EXO yang multitalenta dan yang paling penting doi lucunya tuh natural ♡.

🌻Penyesalan dalam hidup
Cerita penyesalan anak perempuan di keluarga yang selalu berharap "Andai waktu bisa diputar ulang".

🌻Memeluk duka
Cerita tentang kehilangan yang tidak terlupakan dan perasaan menyesal yang membersamai.

🌻Review buku Called It by Dave Pelzer
Reviewan Called It dari kacamata seorang Lifah.

Jadi, sepuluh list di atas akan saya usahakan terpampang nyata di blog ini meski hujan, badai, dan kemageran datang menghampiri. LEBAY 😁.

Dan sebelum pamit untuk menyelesaikan Challenges yang bisa jadi nggak penting buat pembaca yang bahkan nggak sengaja ketemu blog saya, cuma mau bilang tulisan ini tidak dihitung "10 postingan bulan OKTOBER" yah 😉.


With Love,

~LIFAHMMA~



READ MORE... OCTOBER CHALLENGES

Tuesday, March 24, 2020

TENTANG 'LIFAH'



Halo Hola.. 
Nama saya Nur Cholifah. Kalian bisa memanggil saya Lifah. Anak kedua dari tiga bersaudara. Anak perempuan satu-satunya di keluarga.

Lifah merupakan perempuan berlesung pipit, bergigi gingsul, penikmat soto, pisang, tomat, juga kecap manis di manapun ia berada. Magelang dan Yogyakarta adalah kota favoritnya dalam hidup. Lifah adalah seorang EXO-L jalur teman yang biasnya adalah Doh Kyung Soo (D.O.). TAYLOR SWIFT adalah penyanyi wanita yang ia sukai lagi dan lagi.

Kenapa LifahMma?

Lifah adalah panggilan saya sedari kecil dan MMA merupakan kepanjangan dari Multimedia A, jurusan dan kelas yang dapat saat duduk di bangku SMK (Selolah Menengah Kejuruan) di SMK Negeri 1 Kota Bekasi.


Terima kasih untuk teman-teman yang sudah berkunjung ke LifahMma.com

Jika ingin menghubungi saya, bisa mengirimkan pesan email ke:

nurcholifahmma[at]gmail.com


 Social Media:



READ MORE... TENTANG 'LIFAH'