Thursday, December 01, 2022

A DAY IN MY LIFE

Halo Hola people,
Apa kabar hari pertama untuk Desembernya?
Semoga tetap kuat hati dan mentalnya yes. Ngerasa nggak sih 2022 tuh terasa agak cepat banget haha. Tetiba udah di penghujung tahun aja. Tahu-tahu menuju 2023 aja.

Udah dari kapan kepikiran mau buat A Day in My Life macam ibuk Dhatu Rembulan gitu. Dan taraa... hari ini A Day In My Life versi seorang LIFAH pun launching *sujud syukur jiwa mager berhasil dienyahkan haha.

Karena kebanyakan orang buatnya versi video (termasuk ibuk Dhatu rembulan pastinya), saya putuskan buat yang versi tulisan blog aja. Biar saling melengkapi gitu. *Ah bilang aja mager rekam dan edit video kan, Fah?!. Haha

Selamat menikmati tulisan ini..

BANGUN TELAT 
Ibuk adalah alarm tahajud sepanjang hidup. Alarm handphone diatur mendekati waktu subuh untuk jaga-jaga semisal ibuk kesiangan.

Dan hari ini ternyata ibuk kesiangan, satu rumah juga ikutan haha. Menuju adzan subuh, alarm handphone jadi pahlawan untuk kami sekeluarga. Saya adalah member yang pertama bangun karena suara alarm.

"Subuh subuh. sholat sholat", kata saya sepanjang lorong melewati dua pintu kamar yang berjajar.

"Yah, nggak tahajudan deh", kata ibuk sambil berlalu menuju kamar mandi.

Ambil wudhu, lanjut sholat. Kelar lipaat sajadah, melipir ke kamar (lagi) untuk absen baca tulisannya pak Dahlan Iskan. Kira-kira sepuluh sampai lima belas menit. Kelar baca, lanjut baking pesanan martabak mini untuk bestienya ibuk. Agak mengejutkan sih tetiba ibuk jadi buka PO Martabak mini haha. Definisi Ibu yang buka PO, saya yang sibuk baking. Ini gimana ceritanya sih?! haha. Tapi Alhamdulillah disyukuri.

Kelar toping dan packing martabak, lanjut mandi yang nggak pakai lama. Kira-kira 10 menitan maksimalnya. Kenapa? karena mandi lama di pagi hari, terlebih di hari kerja, peluang pintu kamar mandi digedor ibuk adalah 99% sih haha.

"Gantiaaaaan mba!" senjata pamungkasnya ibuk saat gedor pintu kamar mandi untuk menyudahi kegiatan anaknya di dalam kamar mandi 🀸🏻.

Sudah rapih, sudah sarapan, dan yang pasti sudah cantik, saatnya berangkaaaat.

SAMPAI SEKOLAH πŸ‘
Karena (tumben) jalanan sepi yang otomatis nggak macet di pertigaan Al-Azhar Summarecon, sekitar dua puluh menit-an sudah sampai parkiran sekolah.

Masih ada waktu lima belas menit menuju masuk kelas. Melipir ke ruang komputer untuk print materi kelas hari selanjutnya. Nyambi nunggu selesai print, seperti biasa, nge-youtubelah saya sambil cek email untuk bersih-bersih spam.

MASUK KELAS 
Pukul 07.27 wib bel tanda masuk kelas terdengar di penjuru ruangan. Refleks pandangan menuju jam dinding, ternayat bel-nya bunyi lebih cepat tiga menit dari yang seharusnya -________-. Karena nggak mau rugi (lumayan tiga menit ya kan), selesai kelas niatnya mau komplain ke mamang Jajat yang bunyiin bel. Kalau nggak lupa ya karena seringnya sih lupa haha. *dan ternyata beneran LUPA.

SELESAI KELAS
Bagaimana sepanjang mengajar murid hari ini?!
Seperti biasa, selalu ada drama  "tarik nafas banyak-banyak, hembuskan". Selebihnya baik-baik saja.

*tunggu tulisan tentang #pojokkelas-nya ibuk guru dan murid-murid ya. Seru deh. Soon.

Pukul 10.05 wib naik ke ruang terapi di lantai dua untuk igot cogotnya terapi. Lagi pusing-pusingnya urus drama klaim asuransi murid terapi. Dan kali ini bukan cuma satu tapi klaim, tapi ada dua klaim yang berdrama.

*Dret dret dret getar alarm handphone dari dalam laci meja. Pertanda sudah pukul 11.00 wib yang mengharuskan saya turun ke bawah untuk dampingi Belva (cucu pemilik yayasan) ♡ belajar baca tulis hitung. Alhamdulillah full senyum sampai selesai. Meski dengan drama "ayo pulang" di sela-sela belajarnya.

ISHOMA (istirahat sholat makan)
Hari ini mutusin untuk nggak jajan di depan masjid Al-Muhajirin seperti Kamis biasanya. Nggak punya semangat buat jalan kaki jauh tsaay. Pun malas nyalain mesin motor. Akhirnya mutusin beli warteg yang walaupun mesti jalan kaki juga, tapi ya lebih dekat ketimbang jalan sampai depan masjid. Demi makan siang. Haha

Menu warteg hari ini nasi cumi cabai hijau, jamur oseng ditambah kikil bumbu kuning. Cukup 15.000 rupiah udah berlimpah banget lauk pauknya. Plus dapat es teh tawar gratis pula.  Semisal jajan depan masjid udah pasti keluar uang lebih dari harga nasi warteg. Seblak 10.000, rujak jambu kristal 10.000, belum lagi teh tarik warung madura 6.000. Definisi jiwa mager bisa menghemat pengeluaran nggak sih. Kelar makan lanjut sholat. Selesai sholat,  rapih-rapih ruangan persiapan pulang. *Mari pulang marilah pulang (bacanya pakai nada, please!

RUMAH
Arrived safely. Karena jalanan siang ini sama sepinya seperti pagi tadi, pukul 13.20 wib udah bisa duduk manis di kursi ruang tamu. Istirahat sebentar lanjut cuci kaki, muka, salin baju, melipir ke kasur. Tidur siang tuh sebisa mungkin saya lakuin untuk charge tenaga supaya kuat sampai malam. Karena ya masih ada setumpuk aktivitas yang udah nungguin.

Pukul 15.30 wib getar alarm handphone memaksa saya untuk bangun. Ashar-an, lanjut jemput ibuk negara. Sampai rumah langsung ngupik abu supaya leyeh-leyehnya bisa agak lama.  Kelar ngupik abu, mandi lanjut ngedrakor. It's time to leyeh-leyeh ceunah. Oh iya saya lagi nontonin drama korea yang judulnya "Revenge Other". Drama trailer versi anak SMA. Pemainnya Shin Ye Eun dan Park Salomon. Menuju kelar dua episode, adzan Maghrib pun berkumandang, melipir wudhu, sholat, lanjut manjangin ain bacaan, hafalan surah, dan nggak lama kemudian adzan isya. Yuk Isya-an.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" *please, bacanya pakai nada!

Ega dan Fida datang. Dua siblings yang sebentar ribut sebentar akur, hari ini datang lebih awal.  Alasannya supaya cepat selesai jadi bisa pulang untuk main handphone lebih lama. Haha

Malam ini, satu belajar kisi-kisi penilaian akhir semester. Satunya kerjain PR IPA yang bentuknya ala-ala teka-teki silang. Alhamdulillah full senyum sampai selesai. Sampai mereka pulang. Nggak ada drama seperti hari-hari biasanya.

Jam menunjukkan pukul 20.30 wib. Jiwa raga maunya melipir ke kasur untuk rebahan. Tapi kepikiran belum buat materi kelas untuk lusa. Akhirnya ya buka laptop. Karena tahu pasti besok pagi nggak mungkin bisa multitasking. Urus materi juga baking martabak, belum lagi absen baca tulisan pak Dahlan Iskan via disway.id.

Selesai ketak-ketik materi kelas, lanjut skincare-an. Di sela-sela nunggu toner dan teman-temannya terserap dengan baik di kulit wajah, tulisan ini pun dibuat.

-END-

Terima kasih sudah membaca A Day In My Life-nya seorang Lifah. Sampai jumpa ditulisan berikutnya ya ♡

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Silakan tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan santun. Salam hangat. LifahMma.