Friday, October 04, 2024

BEING THIRTIES

 

Hari ini officially 30. Semoga hal-hal baik selalu mengiringi setiap langkah seorang LIFAH. You did well my beautiful ME, thank you yaaas.

Hari pertama jadi mba-mba 30, ceunah. Harunya ada, dag dig dug-nya ada. Melownya apalagi. Ada banget. Pokoke Mix feeling dan nggak bisa dijelasin lewat kata-kata.

Siang tadi sempat merenung di ruang tamu nyambi nikmatin hula-hula kacang hijau terakhir yang ada di kulkas πŸ˜‚, ternyata hidup saya sudah sepanjang ini, sudah di angka 30 tapi kok ya belum jadi apa-apa dan belum punya apa-apa. Tapi kemudian sadar lagi "ya nggak apa-apa? memang kenapa?... *roller coaster banget pikirannya 😁.

Tulisan ini dibuat setelah selesai menulis jurnal harian sebelum tidur "me and my wishlist 30". Jadi, apa saja wishlist 30 nya seorang Lifah?! Lets Goooow

Pertama, mau ke Jogja
Yups, secinta itu dengan Jogja. Saking cintanya saya dengan kota gudeg, sampai punya mimpi untuk menikmati masa senja nanti di Yogyakarta bersama pak su. Kenapa hanya berdua dengan pak su? karena anak-anak pasti akan punya kehidupannya masing-masing. Mereka punya hak untuk memilih kota favoritnya untuk menjalani kehidupan. Aseeek. Definisi halu tingkat dewa nggak sih. Nikahnya juga belum kelihatan hilalnya haha.

Terakhir ke Jogja dua tahun lalu berdua dengan ibuk. Meski hanya mampir makan di warung sebrang stasiun Lempuyangan sebelum keberangkatan Jogja-Bekasi, tapi memorinya nggak akan pernah hilang dalam hidup. Dan yang terpenting, one days InsyaAllah-nya saya nge-Jogja bersama ibuk sudah terceklis πŸ’‹. Meski berangkatnya nggak lewat bandara haha.

Insya Allah awal November nanti akan kembali ke Jogja. Kali ini bersama member RUMAH NENEK. Linda, Ciung, Isty, dan Desi. Sepertinya akan jadi kado terindah untuk 30nya saya. Yaaaaaaas. For your information, trip Jogja yang akan datang disponsori oleh seorang Lifah yang asbun "Mau ke Jogja tapi nggak mau sendirian" ke grup chat RUMAH NENEK. Semua member mengiyakan tanpa terkecuali. Definisi iseng ngetik ternyata diseriusin merekaπŸ’…πŸ». Merapi, Obelix, dan Tempo Gelato jadi wishlist saya di trip Jogja kali ini. So excited 🀸🏻. Sampai jumpa di cerita Jogjanya saya bersama member RUMAH NENEK πŸ‘‹πŸ».

Kedua, menikah πŸ’
Menikah jadi  hal dan momen yang paling saya nantikan di usia 30.  Dulu target menikah itu di usia 27 tapi meleset. Saya terima dan nggak masalah banget. 

"Kalau saya bilang IYA tapi Allah bilang NGGAK, bisa apa?!"

Saya tahu pasti kehidupan pernikahan NGGAK melulu tentang bahagia, tentu akan ada sedihnya, dan ada jatuh bangunnya. jadi, mari menikmati masa-masa sendiri sebelum menjadi isteri dan ibu dengan melakukan hal-hal yang ada dalam wishlist hidup. 

Kalau ditanya punya wedding dream atau nggak?!
Nggak perlu pikir panjang pasti akan saya jawab
NGGAK PUNYA

Maunya saya nikah sederhana yang kalau bisa KUA-an aja lanjut prasmanan di rumah undang kerabat, tetangga, dan sahabat. Satu lagi, maunya saya saat nikah nanti wedding dress couple-nya ala negeri sebrang, Malaysia.

Ketiga, tabungan lasik πŸ’°
2024 tetiba silinder lima apa nggak shick sack shock jantung ini. Salah siapa? ya tentu salah saya. Tapi yaudah kan sudah terjadi. Jadi nggak perlu lama-lama untuk why why why-nya. Buka tabungan RDPT, autodebit. Selesai. Semoga sebelum lima tahun sudah bisa untuk tindakan. Kuat-kuat duhai "aku".

Keempat, lebih cinta ke diri sendiri
Bukan berarti sebelumnya nggak cinta ke diri sendiri ya BUKAN (capslock nggak tuh) haha. Definisi lebih cinta ke diri sendiri tuh maksudnya diri sendiri akan jadi prioritas utama dalam hidup. Sebelumnya, meski nggak selalu, saya adalah orang yang lumayan sering mendahului orang lain (termasuk keluarga) ketimbang diri sendiri. Dan kadang seringnya buat saya lelah sendiri.

Kelima, wisata Dieng
Bromo checked. Jogja-Merapi soooon. Wonosobo-Dieng sedang diusahakan.
Wishlist-nya saat ke Dieng adalah lihat festival lampion yang sering sekali muncul di beranda medsos perseginya saya. Jadi ya pingin. Sebenarnya nggak terlalu yang "hayuk" di umur 30. Tapi ya kan boleh aja jadi list. Ngelist aja dulu siapa tahu ada yang ngehayuk-in buat Dieng dan sekitarnya. Wonosobo via medsos aja indahnya WOW apalagi dilihat langsung ya kan.

Keenam, Jurnaling
Walau sudah dilakuin sejak satu tahun ke belakang, tapi sampai saat ini masih belum konsisten untuk ngejurnal setiap hari. Seringnya lupa dengan kegiatan yang seabrek. Contohnya malam tadi, jurnaling karena ingin menutup usia 20-dengan tulisan haha. 

Ketujuh, Baca buku
Buku terakhir yang saya beli dan baca beberapa bulan lalu adalah milik JS Khairan yang berjudul teruslah bodoh jangan jadi pintar. Sudah di tengah halaman menuju tuntas, tetiba dihajar dengan kerjaan yang seabrek lah ya K.O. akhirnya mangkrak di tengah jalan proyek bacanya. Mau mulai lagi ada aja dramanya. Sampai lupa bukunya di simpan dimana 😁.

READ MORE... BEING THIRTIES

Thursday, October 03, 2024

Thursday, August 01, 2024

Wednesday, July 31, 2024

MAGELANG-YOGYAKARTA BERDUA IBUK

Halo-hola people,
Ada nggak sih yang sejatuh suka itu dengan Yogyakarta?!! Kalau ada sini merapat πŸ₯°.

Karena terlalu suka dengan kota Gudeg itu, salah satu Onedays InsyaAllah-nya adalah mengajak manusia-manusia favorit saya dalam hidup untuk menikmati suasana Yogyakarta bersama. Dan ibuk adalah manusia pertama yang ada dalam list nga-Yogyakarta-nya saya.

Eits, tapi ini jadi kali keduanya saya dan ibuk berkunjung (lebih kek mampir sihπŸ˜…) ke Yogyakarta. Kali pertama hanya sekadar makan malam di warung nasi rames depan stasiun Lempuyangan sambil menunggu kereta tujuan Bekasi parkir cantik di peron stasiun.

Nah, kali ini lagi-lagi hanya sekadar mampir untuk menunggu kedatangan kereta tujuan Bekasi, tapi bedanya waktunya jauh lebih panjang ketimbang nga-Yogyakarta sebelumnya.

Selamat membaca tulisan ini ya, guys...

Kisah ini berawal dari ibuk yang mengajak saya mudik ke Magelang untuk ziarah ke makam keluarga. Rutinitas setahun sekalinya saya berdua ibuk. Tiba-tiba ngidelah saya ke ibuk,

πŸ‘§πŸ»: Buk, sebelum pulang ke Bekasi nanti, kita mampir dulu ke Jogja mau nggak?!
πŸ‘©πŸ»‍🦱 : Ibuk ikut aja mba.
πŸ‘§πŸ» : Okeey *dalam hati YESS

Karena di-approved ibuk negara, tanpa da di du de do langsung booking pertiketan-nya, lanjut atur dan catat itinerary-nya di kepala πŸ˜…. Ce i lah, gaya banget catetnya di kepala. Manusia pelupa ceritanya mau keluar dari zona nyamankah?! 

Berangkat menuju Magelang jalur bus. As always bus Sumber Alam pilihannya. Tiketnya saya booking via offline sehari sebelum keberangkatan. Sementara untuk pulangnya jalur kereta api dari Yogyakarta. Tiket keretanya saya booking satu minggu sebelum keberangkatan via aplikasi KAI Access. 

Karena motto perjalanan Magelang Yogyakarta kali ini adalah "kalau ada yang ribet kenapa pilih yang gampang" πŸ˜‚, jadi lagi-lagi saya ngide rute Magelang Yogyakarta ingin menggunakan moda transportasi kebanggaannya Jawa Tengah, yups, Transjateng. For your information, Transjateng belum ada rute yang dirrect Yogyakarta, jadi untuk sampai di Yogyakarta rutenya adalah Magelang → Kutuarjo → Yogyakarta. Gitu.

Kabar buruknya, ternyata kereta lokal Kutuarjo tujuan Yogyakarta, Prameks sudah full booking *syedih, akhirnya pilihan saya adalah kereta antarkota Joglo Semar Kerto kelas eksekutif dengan harga Rp 90.000,- via KAI Access.

Setelah selesai dengan drama perbookingan kereta, tetiba ibu nyeletuk,

πŸ‘©πŸ»‍🦱: "Fah, dari Magelang ke Yogyakarta kan bisa pesan go or grab car. Lebih hemat, cepat, dan yang terpenting penjemputannya bisa sampai depan bawah rumah mbah kakung kenapa pilih bus transjateng sih?! -___-. 

πŸ‘§πŸ» : kan mottonya kalau ada yang ribet kenapa harus pilih yang gampang. Haha
πŸ‘©πŸ»‍🦱 : nggak paham ibuk tuh sama kamu.

D-DAY nga-Yogyakarta
Dari Magelang, rumah mbah kakung diantar pakai dua motor oleh mas sepupu, isteri, dan sudah pasti anaknya sampai ke halte bus Transjateng yang lokasinya berada di dalam terminal Borobudur. Biayanya sudah pasti nol rupiah ya haha.

Sampai di halte bus, transjateng-nya sudah parkir cantik di peron untuk persiapan keberangkatan dan nggak sampai lima menit perjalanan pun dimulai. Yang saya sukai dari transjateng tarif untuk jarak dekat maupun jauhnya adalah sama Rp 5.000,-. Karena barang bawaan saya dan ibuk cukup banyak, pak kondektur menghitung satu orang untuk barang dua kardus besar, dua tas gemblok besar, satu tas belanja ukuran besar. Rp 15.000,- adalah tarif yang harus saya bayarkan untuk tujuan halte terakhir yang berada di terminal Kutuarjo. Dari terminal ke stasiun Kutuarjo seharusnya dari terminal menuju stasiun Kutuarjo bisa ditempuh dengan berjalan kaki tapi karena barang bawaannya terlampau berat (salah satu isinya tuh labu parang yang beratnya 5 sampai 7 kilogramπŸ˜…) akhirnya ngojek becak motor. Tarifnya Rp 15.000,-. *Maaf ya mending keluar uang lebih ketimbang encok princess nggak kuat angkat-angkat.

Alhamdulillah sampai stasiun masih ada waktu tunggu 15 sampai 20 menit sampai kereta Joglo Semar Kerto parkir cantik di peron lima. Jeda itu saya dan ibuk gunakan untuk bergantian ke toilet. Selesai antrian toilet, saya melipir ke tenan roti'O untuk satu cup besar kopi gula aren, sementara ibuk memilih untuk duduk manis di kursi tunggu sambil menikmati getuk pasar Jagalan yang saya beli pagi harinya.





READ MORE... MAGELANG-YOGYAKARTA BERDUA IBUK

Tuesday, May 07, 2024

Saturday, April 27, 2024

Wednesday, April 24, 2024

Tuesday, April 23, 2024