Hari ini officially 30. Semoga hal-hal baik selalu mengiringi setiap langkah seorang LIFAH. You did well my beautiful ME, thank you yaaas.
Hari pertama jadi mba-mba 30, ceunah. Harunya ada, dag dig dug-nya ada. Melownya apalagi. Ada banget. Pokoke Mix feeling dan nggak bisa dijelasin lewat kata-kata.
Siang tadi sempat merenung di ruang tamu nyambi nikmatin hula-hula kacang hijau terakhir yang ada di kulkas π, ternyata hidup saya sudah sepanjang ini, sudah di angka 30 tapi kok ya belum jadi apa-apa dan belum punya apa-apa. Tapi kemudian sadar lagi "ya nggak apa-apa? memang kenapa?... *roller coaster banget pikirannya π.
Tulisan ini dibuat setelah selesai menulis jurnal harian sebelum tidur "me and my wishlist 30". Jadi, apa saja wishlist 30 nya seorang Lifah?! Lets Goooow
Pertama, mau ke Jogja
Yups, secinta itu dengan Jogja. Saking cintanya saya dengan kota gudeg, sampai punya mimpi untuk menikmati masa senja nanti di Yogyakarta bersama pak su. Kenapa hanya berdua dengan pak su? karena anak-anak pasti akan punya kehidupannya masing-masing. Mereka punya hak untuk memilih kota favoritnya untuk menjalani kehidupan. Aseeek. Definisi halu tingkat dewa nggak sih. Nikahnya juga belum kelihatan hilalnya haha.
Terakhir ke Jogja dua tahun lalu berdua dengan ibuk. Meski hanya mampir makan di warung sebrang stasiun Lempuyangan sebelum keberangkatan Jogja-Bekasi, tapi memorinya nggak akan pernah hilang dalam hidup. Dan yang terpenting, one days InsyaAllah-nya saya nge-Jogja bersama ibuk sudah terceklis π. Meski berangkatnya nggak lewat bandara haha.
Insya Allah awal November nanti akan kembali ke Jogja. Kali ini bersama member RUMAH NENEK. Linda, Ciung, Isty, dan Desi. Sepertinya akan jadi kado terindah untuk 30nya saya. Yaaaaaaas. For your information, trip Jogja yang akan datang disponsori oleh seorang Lifah yang asbun "Mau ke Jogja tapi nggak mau sendirian" ke grup chat RUMAH NENEK. Semua member mengiyakan tanpa terkecuali. Definisi iseng ngetik ternyata diseriusin merekaπ
π». Merapi, Obelix, dan Tempo Gelato jadi wishlist saya di trip Jogja kali ini. So excited π€Έπ». Sampai jumpa di cerita Jogjanya saya bersama member RUMAH NENEK ππ».
Kedua, menikah πMenikah jadi hal dan momen yang paling saya nantikan di usia 30. Dulu target menikah itu di usia 27 tapi meleset. Saya terima dan nggak masalah banget.
"Kalau saya bilang IYA tapi Allah bilang NGGAK, bisa apa?!"
Saya tahu pasti kehidupan pernikahan NGGAK melulu tentang bahagia, tentu akan ada sedihnya, dan ada jatuh bangunnya. jadi, mari menikmati masa-masa sendiri sebelum menjadi isteri dan ibu dengan melakukan hal-hal yang ada dalam wishlist hidup.
Kalau ditanya punya wedding dream atau nggak?!
Nggak perlu pikir panjang pasti akan saya jawab
NGGAK PUNYA
Maunya saya nikah sederhana yang kalau bisa KUA-an aja lanjut prasmanan di rumah undang kerabat, tetangga, dan sahabat. Satu lagi, maunya saya saat nikah nanti wedding dress couple-nya ala negeri sebrang, Malaysia.
Ketiga, tabungan lasik π°
2024 tetiba silinder lima apa nggak shick sack shock jantung ini. Salah siapa? ya tentu salah saya. Tapi yaudah kan sudah terjadi. Jadi nggak perlu lama-lama untuk why why why-nya. Buka tabungan RDPT, autodebit. Selesai. Semoga sebelum lima tahun sudah bisa untuk tindakan. Kuat-kuat duhai "aku".
Keempat, lebih cinta ke diri sendiri
Bukan berarti sebelumnya nggak cinta ke diri sendiri ya BUKAN (capslock nggak tuh) haha. Definisi lebih cinta ke diri sendiri tuh maksudnya diri sendiri akan jadi prioritas utama dalam hidup. Sebelumnya, meski nggak selalu, saya adalah orang yang lumayan sering mendahului orang lain (termasuk keluarga) ketimbang diri sendiri. Dan kadang seringnya buat saya lelah sendiri.
Kelima, wisata Dieng
Bromo checked. Jogja-Merapi soooon. Wonosobo-Dieng sedang diusahakan. Wishlist-nya saat ke Dieng adalah lihat festival lampion yang sering sekali muncul di beranda medsos perseginya saya. Jadi ya pingin. Sebenarnya nggak terlalu yang "hayuk" di umur 30. Tapi ya kan boleh aja jadi list. Ngelist aja dulu siapa tahu ada yang ngehayuk-in buat Dieng dan sekitarnya. Wonosobo via medsos aja indahnya WOW apalagi dilihat langsung ya kan.
Keenam, Jurnaling
Walau sudah dilakuin sejak satu tahun ke belakang, tapi sampai saat ini masih belum konsisten untuk ngejurnal setiap hari. Seringnya lupa dengan kegiatan yang seabrek. Contohnya malam tadi, jurnaling karena ingin menutup usia 20-dengan tulisan haha.
Ketujuh, Baca buku
Buku terakhir yang saya beli dan baca beberapa bulan lalu adalah milik JS Khairan yang berjudul teruslah bodoh jangan jadi pintar. Sudah di tengah halaman menuju tuntas, tetiba dihajar dengan kerjaan yang seabrek lah ya K.O. akhirnya mangkrak di tengah jalan proyek bacanya. Mau mulai lagi ada aja dramanya. Sampai lupa bukunya di simpan dimana π.
0 komentar:
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Silakan tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan santun. Salam hangat. LifahMma.